• FREE SHIPPING for all regions of Indonesia up to IDR 20.000 with a minimum purchase IDR 250.000

There are 0 Products

Face Care

Jerawat Tidak Hilang-Hilang? Ini 5 Kebiasaan yang Diam-Diam Memperparahnya

04 May 2026 04:23:00 By Bhumi 0 comments

Kamu sudah rajin cuci muka dua kali sehari. Sudah pakai produk anti-jerawat yang katanya bagus. Sudah minum air putih lebih banyak. Tapi jerawat tetap saja muncul bahkan sepertinya makin banyak.

Kalau kamu merasa begitu, kamu tidak sendirian.

Yang sering terjadi bukan karena kulitmu "susah diobati" tapi karena ada kebiasaan kecil sehari-hari yang tanpa sadar terus memicu jerawat baru. Masalahnya, kebiasaan ini kelihatan tidak berbahaya. Bahkan beberapa di antaranya terasa seperti hal yang benar untuk dilakukan.

Ini 5 kebiasaan yang paling sering jadi biang keroknya.

 

1. Terlalu sering mencuci muka

Logika yang masuk akal: kulit berminyak dan penuh bakteri, jadi makin sering dicuci makin bersih.

Kenyataannya? Cuci muka lebih dari dua kali sehari justru merusak skin barrier, lapisan pelindung alami kulit yang menjaga kelembapan dan menangkal bakteri. Ketika skin barrier rusak, kulit bereaksi dengan memproduksi lebih banyak sebum (minyak) untuk mengimbangi. Hasilnya: kulit makin berminyak, pori-pori makin tersumbat, dan jerawat makin sering muncul.

Yang harus dilakukan: Cuci muka maksimal dua kali sehari pagi dan malam. Setelah olahraga, cukup bilas dengan air bersih tanpa sabun.

2. Memencet jerawat dengan tangan kotor

Ini kebiasaan yang hampir semua orang pernah (atau sering) lakukan. Jerawat terasa mengganggu, jadi dipencet supaya cepat kempes.

Masalahnya ada dua. Pertama, tangan kita penuh bakteri bahkan setelah dicuci pun tidak 100% steril. Memencet jerawat dengan tangan kotor memindahkan bakteri langsung ke pori yang sedang meradang. Kedua, tekanan saat memencet bisa mendorong nanah dan bakteri lebih dalam ke jaringan kulit, yang justru memperluas peradangan dan memperbesar risiko bekas jerawat permanen.

Yang harus dilakukan: Kalau jerawat sudah "matang" dan harus dikeluarkan, gunakan kain bersih yang sudah dibasahi air hangat untuk mengompresnya selama beberapa menit. Ini membantu membuka pori secara alami tanpa memaksa.

3. Langsung mengganti produk skincare saat kulit "purging"

Kamu baru mulai pakai produk baru serum niacinamide, retinol, atau exfoliant. Seminggu kemudian, jerawat tiba-tiba bermunculan. Panik, langsung berhenti pakai dan cari produk lain.

Ini adalah salah satu kesalahan yang paling banyak terjadi.

Purging adalah reaksi normal ketika kulit mempercepat pergantian sel. Produk-produk aktif seperti retinoid, AHA, dan BHA mendorong sel kulit mati untuk naik ke permukaan lebih cepat termasuk kotoran yang tersumbat di dalam pori. Hasilnya memang terlihat seperti jerawat baru, tapi ini sebenarnya proses pembersihan.

Purging biasanya berlangsung 4–6 minggu. Kalau kamu berhenti di minggu kedua, kamu tidak pernah tahu apakah produknya sebenarnya bekerja.

Yang harus dilakukan: Bedakan purging dari breakout. Purging biasanya muncul di area yang memang sudah rentan jerawat. Breakout karena reaksi produk biasanya muncul di area baru. Kalau tidak yakin, tahan dulu minimal 4 minggu sebelum memutuskan berhenti.

4. Jarang mengganti sarung bantal

Wajah kamu berbaring di atas sarung bantal selama 6–8 jam setiap malam. Dalam waktu itu, sarung bantal menyerap minyak dari kulit, sisa produk skincare, sel kulit mati, dan keringat.

Setelah dua atau tiga malam, sarung bantal yang sama itu menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan semuanya kembali bersentuhan langsung dengan kulitmu setiap kali tidur.

Ini terutama bermasalah kalau kamu tidur dengan wajah menyamping, karena satu sisi pipi terus berkontak dengan permukaan yang sama.

Yang harus dilakukan: Ganti sarung bantal minimal sekali seminggu lebih sering kalau kamu mudah berkeringat atau memakai banyak produk rambut. Sebagai solusi cepat, balik sarung bantal ke sisi yang bersih di pertengahan minggu.

5. Tidak pakai sunscreen karena takut kulit makin berminyak

Banyak remaja dan dewasa muda menghindari sunscreen karena merasa kulitnya sudah terlalu berminyak dan sunscreen akan memperparah penyumbatan pori.

Tapi inilah yang sebenarnya terjadi: sinar UV memperparah peradangan jerawat yang sudah ada dan memperlambat proses penyembuhan bekas jerawat. Selain itu, beberapa bahan aktif dalam produk jerawat (terutama retinoid dan AHA) membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari artinya tanpa sunscreen, efektivitasnya berkurang dan risiko iritasi meningkat.

Soal kekhawatiran kulit berminyak: ini tergantung formulasi sunscreennya. Sunscreen berbasis air atau gel, dengan label "non-comedogenic" atau "oil-free", tidak akan menyumbat pori.

Yang harus dilakukan: Pilih sunscreen dengan SPF 30 atau lebih, bertekstur ringan (gel atau fluid), dan berlabel non-comedogenic. Oleskan sebagai langkah terakhir rutinitas pagi setelah moisturizer, sebelum makeup.

 

Punya pertanyaan tentang rutinitas untuk kulit bermasalah? hubungi kami langsung — tim Bhumi siap membantu.

Lihat rangkaian produk Bhumi Official yang diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat dan sensitif → bhumi.co.id/kategori/sensitive

Artikel Terkait