• GRATIS ONGKOS KIRIM ke seluruh wilayah Indonesia hingga Rp 30.000 dengan belanja min. Rp 250.000

There are 0 Products

Apa itu Jerawat Hormonal? Berikut Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Menanganinya

20 May 2022 02:58:00 By Bhumi 4 comments

Pernahkah muncul jerawat di wajahmu pada kondisi tertentu? Misalnya menjelang menstruasi atau saat menopause? Nah bisa jadi, itu bukanlah jerawat biasa, melainkan jerawat hormonal.  Sesuai dengan namanya, jerawat hormonal terjadi karena fluktuasi hormon. Namun, jerawat ini tidak hanya memengaruhi remaja saja, melainkan juga orang dewasa di berbagai usia.

Jerawat adalah sebuah kondisi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel-sel kulit mati. Jerawat dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah ketidakseimbangan kadar hormon tertentu di dalam tubuh, seperti hormon Androgen, Estrogen, dan Progesteron. Peningkatan kadar hormon dapat memicu produksi kelenjar minyak secara berlebih sehingga menyumbat pori-pori.

Jadi jerawat hormon dapat terjadi karena adanya perubahan atau fluktuasi hormon di dalam tubuh, sehingga hormin menjadi tidak stabil. Bagaimana agar tahu kalau jerawat yang muncul merupakan jerawat hormonal?

Breakout terjadi pada waktu yang sama di setiap bulannya

Jerawat hormonal dapat muncul pada pola/siklus tertentu, seperti siklus menstruasi wanita yang terjadi setiap bulannya. Hal ini disebabkan karena menjelang menstruasi, hormon di dalam tubuh menjadi tidak stabil yang menyebabkan kadar estrogen dan progesteron menurun, namun hormon terstosteron menjadi dominan. Akibatnya, kelenjar sebum akan memproduksi lebih banyak minyak. Sebum berlebih inilah yang berpotensi menyumbat pori-pori sehingga menimbulkan jerawat.

Timbul jerawat pada area pipi, rahang, dan dagu

Salah satu ciri dari jerawat hormon adalah muncul pada area tertentu, terutama area wajah bagian bawah. Hal ini disebabkan karena saat hormon sedang tidak stabil, kelenjar minyak akan lebih aktif di daerah pipi, rahang, dan dagu (atau T-Zone).

Jerawat muncul setiap kali kamu merasa stres

Kortisol merupakan hormon yang berperan dalam mengendalikan metabolisme. Namun, peningkatan produksi hormon kortisol yang terjadi akibat stres dapat berpengaruh pada terganggunya keseimbangan produksi sebum. Hal ini dapat memicu munculnya jerawat karena pori-pori tersumbat oleh minyak. Terlebih, jika wajah tidak dibersihkan dengan benar, pori-pori akan semakin kotor dan jerawat semakin meradang.

Bagaimana cara menangani jerawal hormonal?

  • Memperbaiki pola makan dengan mengurangi konsumsi junk food dan olahan susu. Sebaiknya kamu memperbanyak makanan yang mengandung probiotik, misalnya tempe, susu, keju, & miso.
  • Berjemur di pagi hari (sekitar oukul 07:00 - 09:00). Kandungan vitamin D alami dapat mengendalikan produksi sebum (minyak) di wajah.
  • Rutin mengeksfoliasi kulit dengan Resurfaces Mild Exfoliating Toner. Setelah eksfoliasi, kamu bisa menggunakan Ceramide Hydra Lock Moisturizer. Kandungan Linoleic Acid di dalamnya mampu menyerap minyak berlebih pada wajah serta membersihkan pori-pori dari penyumbatan minyak dan kotoran.

Yang perlu kamu perhatikan adalah, jangan memencet jerawat, apalagi jika ada luka terbuka. Hal ini dapat menyebabkan bakteri di tangan berpindah dan menginfeksi kulit.

Kamu dapat mendapatkan produk-produk Bhumi untuk mencegah dan mengatasi jerawat di website, Shopee, atau Tokopedia Bhumi Official Shop!

Bhumi