• GRATIS ONGKOS KIRIM ke seluruh wilayah Indonesia hingga Rp 10.000 dengan belanja min. Rp 99.000

Total 0 Produk

Face Care

Kapan Waktu Terbaik Pakai Exfoliator Supaya Tidak Iritasi?

26 May 2026 02:20:00 By Bhumi 0 comments

Eksfoliasi adalah salah satu langkah paling powerful dalam skincare bisa membantu mengatasi bruntusan, mempercepat pemudaran flek, dan membuat kulit terlihat lebih halus dan cerah. Tapi juga salah satu yang paling sering disalahgunakan.

Terlalu sering eksfoliasi, di waktu yang salah, atau dengan produk yang salah bisa merusak skin barrier dan menyebabkan masalah yang jauh lebih besar dari yang ingin kamu atasi.

Artikel ini akan membantumu memahami kapan, seberapa sering, dan bagaimana melakukan eksfoliasi tanpa risiko iritasi.

 

Apa Itu Eksfoliasi dan Mengapa Penting?

Kulit secara alami mengelupas sel kulit mati setiap 28–40 hari. Tapi proses ini bisa melambat karena usia, paparan UV, dehidrasi, atau kondisi kulit tertentu. Akumulasi sel kulit mati menyebabkan kulit terlihat kusam, tekstur tidak rata, pori tersumbat, dan flek yang lebih lambat memudar.

Eksfoliasi membantu mempercepat proses ini secara terkontrol.

Ada dua jenis utama:

  • Eksfoliasi fisik: Scrub, brush, atau alat yang mengangkat sel kulit mati secara mekanis
  • Eksfoliasi kimia: Asam yang melarutkan ikatan antar sel kulit mati (AHA, BHA, PHA)

Untuk kulit berjerawat atau sensitif, eksfoliasi kimia jauh lebih aman dan terkontrol.

 

Waktu Terbaik dalam Sehari

Malam hari adalah waktu yang paling tepat untuk eksfoliasi.

Alasannya:

  1. Kulit tidak terpapar UV langsung setelah eksfoliasi : eksfoliasi membuat lapisan kulit baru lebih sensitif terhadap sinar matahari
  2. Tubuh dalam mode regenerasi saat tidur : proses perbaikan kulit paling aktif di malam hari
  3. Tidak akan mengganggu pemakaian sunscreen dan makeup di pagi hari : produk eksfoliator butuh waktu menyerap

Kalau memang harus eksfoliasi di pagi hari (misalnya rutinitas malam terlalu padat), pastikan untuk menggunakan sunscreen dengan SPF 50+ dan reaplikasi setiap 2 jam jika beraktivitas di luar.

 

Frekuensi yang Tepat untuk Setiap Jenis Kulit

Frekuensi eksfoliasi sangat tergantung pada jenis kulit dan jenis eksfoliator yang dipakai:

  • Kulit Sensitif: 1x seminggu, mulai dengan PHA (poly hydroxy acid) yang lebih lembut
  • Kulit Normal: 2x seminggu, AHA atau BHA konsentrasi rendah (5–7%)
  • Kulit Berminyak / Berjerawat: 2–3x seminggu, BHA (salicylic acid) sangat efektif karena bisa masuk ke dalam pori
  • Kulit Kering / Dewasa: 2x seminggu, AHA (lactic acid) yang juga melembapkan
  • Aturan emas: Mulai dari frekuensi rendah dan naikkan secara bertahap. Lebih baik kurang dari berlebihan.

 

Tanda-tanda Kamu Over-Eksfoliasi

Over-eksfoliasi adalah salah satu kesalahan paling umum dan paling merusak. Gejalanya sering disalahartikan sebagai "kulit makin parah karena produk tidak cocok" padahal masalahnya adalah eksfoliasi berlebihan.

Tanda-tanda yang harus diperhatikan:

  • Kulit terasa "ketat" atau perih setelah cuci muka
  • Kemerahan yang tidak biasa
  • Kulit terasa kering padahal pakai moisturizer
  • Sensitivitas tiba-tiba terhadap produk yang sebelumnya aman
  • Tekstur kulit kasar dan tipis
  • Jerawat baru bermunculan (paradoks dari over-eksfoliasi)
  • Sensasi terbakar saat memakai produk lain

Kalau salah satu atau beberapa gejala ini muncul, hentikan eksfoliasi total selama 2–4 minggu dan fokus pada produk yang menenangkan dan memperbaiki skin barrier (centella, ceramide, niacinamide).

 

Cara Memulai Eksfoliasi dengan Aman

Minggu 1–2: Sekali seminggu, malam hari, dengan konsentrasi paling rendah (misalnya BHA 0.5% atau AHA 5%).

Minggu 3–4: Kalau tidak ada iritasi, tingkatkan ke 2x seminggu.

Minggu 5+: Setelah kulit benar-benar terbiasa, frekuensi bisa disesuaikan dengan kebutuhan tapi jangan melebihi 3x seminggu untuk kulit normal hingga berminyak.

Selalu pasangkan dengan: Sunscreen SPF 30+ setiap pagi (ini bukan opsional setelah memulai eksfoliasi).

 

Bahan yang Tidak Boleh Dipakai di Malam Eksfoliasi

Untuk menghindari iritasi berlebihan, skip produk-produk ini di malam yang sama dengan eksfoliasi:

  • Retinol/Retinoid: Sama-sama mempercepat pergantian sel, kombinasi terlalu intens
  • Vitamin C konsentrasi tinggi: Bisa mengiritasi kulit yang baru dieksfoliasi
  • Benzoyl peroxide: Risiko iritasi tinggi
  • Bahan aktif lain yang kuat

Di malam eksfoliasi, cukup pakai: cleanser → eksfoliator → toner penenang → moisturizer.

 

Eksfoliasi Saat Sedang Berjerawat Aktif

Banyak yang ragu eksfoliasi saat sedang banyak jerawat, takut memperparah. Sebenarnya, BHA (salicylic acid) justru sangat membantu di kondisi ini karena masuk ke dalam pori dan membersihkan dari dalam.

Yang harus dihindari: Eksfoliasi fisik (scrub) pada kulit dengan jerawat aktif. Gesekan bisa memperparah peradangan dan menyebarkan bakteri.

Yang dianjurkan: BHA 1–2% sebagai treatment, 2–3x seminggu.

 

Kesimpulan

Eksfoliasi adalah pisau bermata dua sangat efektif kalau dilakukan dengan benar, sangat merusak kalau dilakukan berlebihan.

Malam hari, mulai pelan-pelan, perhatikan respons kulit, dan jangan lupa sunscreen di pagi harinya. Dengan pendekatan ini, eksfoliasi akan menjadi salah satu langkah paling transformatif dalam rutinitasmu.

 

Bhumi memiliki eksfoliator yang diformulasikan dengan konsentrasi yang aman untuk kulit Indonesia efektif tanpa risiko over-eksfoliasi → bhumi.co.id/produk

Artikel Terkait