• GRATIS ONGKOS KIRIM ke seluruh wilayah Indonesia hingga Rp 10.000 dengan belanja min. Rp 199.000

Total 0 Produk

Face Care

Perbedaan Bruntusan dan Jerawat yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Pilih Skincare

05 May 2026 04:05:00 By Bhumi 0 comments

Kulit kamu terasa kasar, ada benjolan-benjolan kecil di dahi atau pipi tapi tidak kemerahan dan tidak sakit seperti jerawat biasa. Bruntusan atau jerawat?

Banyak orang memperlakukan keduanya dengan produk yang sama, lalu bingung kenapa hasilnya tidak maksimal. Jawabannya sederhana: bruntusan dan jerawat adalah dua kondisi yang berbeda, punya penyebab yang berbeda, dan butuh penanganan yang berbeda.

 

Apa Itu Bruntusan?

Bruntusan adalah istilah sehari-hari untuk benjolan-benjolan kecil yang terasa kasar saat disentuh, biasanya tidak meradang, tidak berisi nanah, dan warnanya mendekati warna kulit atau sedikit keputihan.

Dalam istilah medis, bruntusan paling sering merujuk pada dua kondisi:

Comedone tertutup (whiteheads): Pori yang tersumbat oleh campuran sebum dan sel kulit mati, tapi permukaannya tertutup sehingga tidak teroksidasi dan tidak berubah hitam. Terlihat sebagai benjolan kecil berwarna putih atau sewarna kulit.

Milia: Kista kecil berisi keratin yang terbentuk di bawah permukaan kulit. Berbeda dari comedone, milia tidak berhubungan dengan pori dan tidak bisa "dipencet" keluar seperti komedo biasa.

 

Apa Itu Jerawat?

Jerawat (acne) adalah kondisi yang melibatkan peradangan. Dimulai dari pori yang tersumbat sama seperti bruntusan tapi kemudian bakteri Cutibacterium acnes berkembang di dalam pori yang tersumbat tersebut dan memicu respons imun tubuh berupa peradangan.

Hasilnya adalah benjolan yang merah, terasa hangat, kadang sakit saat disentuh, dan bisa berisi nanah.

Jerawat datang dalam beberapa bentuk: papula (merah, keras), pustula (berisi nanah), nodul (dalam, besar, sakit), dan kista (paling dalam dan paling meradang).

 

Kenapa Ini Penting Sebelum Pilih Skincare?

Produk yang efektif untuk jerawat aktif tidak selalu efektif untuk bruntusan dan sebaliknya.

Untuk jerawat aktif, yang dibutuhkan adalah bahan yang membunuh bakteri dan mengurangi peradangan seperti benzoyl peroxide, tea tree oil, atau zinc.

Untuk bruntusan (comedone), yang dibutuhkan adalah bahan yang "membuka" pori dan mempercepat pergantian sel seperti BHA (salicylic acid) yang larut dalam minyak dan bisa masuk ke dalam pori, atau retinol yang mempercepat turnover sel.

Kalau kamu pakai benzoyl peroxide untuk bruntusan yang tidak meradang, hasilnya tidak akan maksimal bahkan bisa terlalu mengeringkan kulit tanpa manfaat yang sepadan. Sebaliknya, kalau kamu hanya eksfoliasi untuk jerawat aktif yang meradang, kamu tidak mengatasi bakteri penyebabnya.

 

Penyebab Bruntusan yang Paling Umum

Produk yang menyumbat pori (comedogenic): Moisturizer terlalu berat, sunscreen berbasis minyak, atau foundation yang tidak cocok bisa memicu bruntusan terutama di area yang tertutup produk tersebut.

Eksfoliasi tidak cukup: Sel kulit mati yang tidak terangkat menumpuk dan menyumbat pori. Ini terutama terjadi kalau kamu tidak pernah eksfoliasi atau jarang melakukannya.

Perubahan hormonal: Fluktuasi hormon meningkatkan produksi sebum lebih banyak sebum berarti lebih mudah terjadi penyumbatan pori.

Pelembap rambut atau kondisioner: Produk rambut yang mengenai kulit dahi atau pipi (terutama saat tidur) sering menjadi penyebab bruntusan di area tersebut yang sering tidak disadari.

 

Bagaimana Kalau Punya Keduanya Sekaligus?

Ini sangat umum. Banyak orang memiliki bruntusan di satu area (misalnya dahi) dan jerawat aktif di area lain (misalnya dagu dan rahang).

Dalam situasi ini, rutinitas terbaik adalah:

  1. BHA (salicylic acid) sebagai treatment utama :  bahan ini bekerja untuk keduanya: membersihkan pori (bruntusan) sekaligus bersifat anti-inflamasi (membantu jerawat)
  2. Benzoyl peroxide sebagai spot treatment : hanya di area jerawat aktif yang meradang, bukan di seluruh wajah
  3. Eksfoliasi ringan 2–3x seminggu : membantu mencegah penumpukan sel kulit mati yang memperparah bruntusan
  4. Pastikan semua produk berlabel non-comedogenic : untuk mencegah bruntusan baru

 

Yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Bruntusan

Jangan dipencet paksa. Bruntusan yang dipencet dengan cara yang salah bisa berubah menjadi jerawat meradang karena tekanan mendorong isi pori lebih dalam dan memicu respons inflamasi.

Jangan over-eksfoliasi. Berpikir bahwa "makin banyak eksfoliasi makin cepat bersih" adalah kesalahan umum. Over-eksfoliasi justru merusak skin barrier dan memicu produksi sebum lebih banyak.

Jangan asumsikan produk anti-jerawat akan mengatasi bruntusan. Cek bahan aktifnya kalau tidak ada BHA atau retinoid, kemungkinan tidak akan efektif untuk bruntusan comedonal.

 

Kesimpulan

Bruntusan dan jerawat adalah dua hal yang berbeda dengan penanganan yang berbeda. Mengidentifikasi mana yang kamu miliki atau apakah kamu punya keduanya sekaligus adalah langkah pertama sebelum memilih produk yang tepat.

Tanda paling mudah: kalau benjolan tidak merah dan tidak sakit, itu bruntusan. Kalau merah, hangat, dan sakit itu jerawat. Produk terbaik untuk keduanya pun berbeda, dan mengetahui ini bisa menghemat berbulan-bulan trial and error.

Bhumi memiliki produk yang diformulasikan spesifik untuk bruntusan, jerawat aktif, maupun kombinasi keduanya. Temukan yang paling sesuai dengan kondisi kulitmu → bhumi.id/id/kategori/acne-prone

Artikel Terkait